Betelgeuse Dikonfirmasi Mengorbit Bintang Pendamping Tersembunyi, Mengungkap Rahasia Evolusi Bintang

0
19

Selama bertahun-tahun, para astronom menduga bahwa bintang super raksasa merah Betelgeuse, bintang yang terlihat dengan mata telanjang, tidak sendirian. Kini, bukti dari Teleskop Luar Angkasa Hubble dan observatorium berbasis darat telah secara pasti mengkonfirmasi keberadaan bintang pendamping, bernama Siwarha, yang mengorbit Betelgeuse. Penemuan ini bukan hanya tentang menemukan bintang lain; ini tentang memahami bagaimana bintang masif hidup, berubah, dan akhirnya meledak sebagai supernova.

Misteri Fluktuasi Betelgeuse

Betelgeuse adalah bintang yang aneh, dikenal karena perubahan kecerahannya yang dramatis dan perilakunya yang tidak dapat diprediksi. Berbeda dengan titik cahaya yang jauh, kedekatannya dengan Bumi memungkinkan dilakukannya studi mendetail, namun volatilitasnya telah lama membingungkan para ilmuwan. Kehadiran pendamping tak terlihat diusulkan sebagai penjelasan yang mungkin, namun hingga saat ini, hal tersebut masih belum terbukti.

Hubble Mendeteksi Jejak Pengiringnya

Pengamatan baru mengungkapkan “bangunan” yang berbeda – jejak material padat – yang ditinggalkan oleh Siwarha saat mengorbit Betelgeuse. Gelombang ini terlihat karena mengubah spektrum atmosfer bintang dalam pola yang dapat diprediksi. Setiap enam tahun, ketika Siwarha melintas antara Betelgeuse dan Bumi, gelombang tersebut dapat terdeteksi, mengubah warna yang dipancarkan oleh gas di sekitar bintang.

“Ini seperti perahu yang bergerak di air,” jelas pemimpin studi Andrea Dupree. “Bintang pendamping menciptakan efek riak di atmosfer Betelgeuse yang sebenarnya bisa kita lihat di data.”

Mengapa Ini Penting: Evolusi Bintang dalam Waktu Nyata

Ini adalah bukti langsung pertama dari pendamping tersembunyi Betelgeuse, yang memberikan kesempatan unik untuk mempelajari evolusi bintang dari dekat. Memahami bagaimana Siwarha berinteraksi dengan Betelgeuse dapat menjelaskan bagaimana bintang-bintang raksasa melepaskan materi dan akhirnya mengakhiri hidup mereka dalam ledakan supernova yang spektakuler.

Kesempatan berikutnya untuk mengamati kebangkitan Siwarha adalah pada tahun 2027, dan para peneliti sudah bersiap untuk mengumpulkan lebih banyak data. Temuan ini dipresentasikan pada pertemuan ke-247 American Astronomical Society dan akan dipublikasikan di The Astrophysical Journal.

Penemuan ini mengubah Betelgeuse dari anomali membingungkan menjadi laboratorium hidup, memungkinkan para ilmuwan menyaksikan secara langsung proses kompleks yang mengatur kehidupan bintang masif.