Peta Kosmik yang Belum Pernah Ada Sebelumnya Mengungkap 13,7 Juta Sumber Radio

0
20

Para astronom telah merilis peta langit radio frekuensi rendah terbesar hingga saat ini, yang mengkatalogkan 13,7 juta objek dan peristiwa kosmik. Survei yang dilakukan menggunakan Low-Frequency Array (LOFAR) ini memberikan pandangan yang belum pernah ada sebelumnya mengenai fenomena energi tinggi seperti jet lubang hitam supermasif, tabrakan galaksi, dan sisa-sisa supernova.
Hal ini penting karena proses paling energik di alam semesta sering kali paling baik diamati pada panjang gelombang radio, yang mengungkap aktivitas yang tidak terlihat oleh teleskop optik.

Lubang Hitam Supermasif di Pusat Aktivitas

Data tersebut menyoroti beragam perilaku lubang hitam supermasif aktif (AGNs). Ketika dikelilingi oleh piringan akresi—massa materi yang berputar-putar jatuh ke dalam—lubang hitam ini menjadi mesin yang bertenaga. Alih-alih memakan seluruh material, sebagian besar material tersebut dikeluarkan dalam bentuk jet kembar, yang melaju dengan kecepatan mendekati cahaya. Jet-jet ini membentuk galaksi dengan menyuntikkan energi ke lingkungannya.

Studi ini menunjukkan bagaimana jet ini berevolusi seiring waktu, bergantung pada massa lubang hitam, lingkungan sekitar, dan sifat galaksi. Hal ini penting untuk memahami bagaimana galaksi tumbuh dan berubah dalam rentang waktu kosmik.

Melampaui Lubang Hitam: Memetakan Tabrakan Galaksi dan Ledakan Bintang

LoTSS-DR3 tidak berhenti pada lubang hitam. Gelombang radio yang terdeteksi juga melacak penggabungan galaksi, ledakan supernova, dan peristiwa berenergi tinggi lainnya. Hal ini memungkinkan para astronom mengukur tingkat kelahiran bintang di jutaan galaksi.

Data mengungkapkan bahwa guncangan dan turbulensi mendorong percepatan partikel dan memperkuat medan magnet melintasi jarak kosmik yang luas, menunjukkan bahwa proses ini lebih umum terjadi daripada yang diperkirakan sebelumnya. LOFAR 2.0 yang ditingkatkan diharapkan dapat melipatgandakan kecepatan survei, sehingga menghasilkan data resolusi tinggi yang lebih detail.

Mengintip ke Dalam Galaksi Kita Sendiri

Survei ini juga memberikan wawasan yang belum pernah ada sebelumnya mengenai medan magnet Bima Sakti. Letaknya di dalam galaksi membuat pemetaan bidang-bidang ini menjadi menantang, namun rentang panjang gelombang LOFAR yang unik memungkinkan akurasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tim juga mendeteksi emisi radio dari interaksi antara exoplanet dan bintang induknya, sehingga membuka jalan baru untuk penelitian exoplanet.

“LoTSS-DR3 bukanlah sebuah titik akhir, namun sebuah pencapaian besar.” – Wendy Williams, ilmuwan Observatorium Array Kilometer Persegi.

Pelepasan LoTSS-DR3 menandai titik balik dalam astronomi radio, menjanjikan peta kosmik yang lebih rinci di masa depan dengan bantuan teknologi teleskop yang lebih baik. Survei ini tidak diragukan lagi akan membentuk pemahaman kita tentang fenomena alam semesta yang paling energik di tahun-tahun mendatang.