Rekan Tersembunyi Betelgeuse Akhirnya Dijelaskan

0
22
Rekan Tersembunyi Betelgeuse Akhirnya Dijelaskan

Selama lebih dari satu abad, para astronom bingung dengan perilaku aneh Betelgeuse, bintang super raksasa merah yang berjarak sekitar 650 tahun cahaya. Bintang ini, yang terkenal karena siklus kecerahan dan peredupannya yang dramatis, kini telah dipastikan memiliki bintang pendamping yang mengorbit di atmosfernya—sebuah penemuan yang dapat mengubah pemahaman kita tentang evolusi bintang.

Misteri Irama Betelgeuse

Betelgeuse menunjukkan siklus pembengkakan dan pemudaran selama enam tahun yang tidak sejalan dengan ketidakstabilan bintang pada umumnya. Bintang tersebut mendekati akhir masa hidupnya, namun belum cukup stabil untuk menjelaskan denyut nadinya yang dapat diprediksi. Jawaban yang sudah lama diduga? Bintang lain yang berputar-putar di dalam atmosfernya, sebuah temuan yang baru-baru ini dikonfirmasi oleh pengamatan dari Teleskop Luar Angkasa Hubble NASA.

Bukti Dari Riak Atmosfer

Para peneliti yang dipimpin oleh Andrea Dupree dari Pusat Astrofisika Harvard-Smithsonian mendeteksi riak-riak di atmosfer Betelgeuse, menyerupai gelombang speedboat. Gangguan ini secara langsung disebabkan oleh bintang yang lewat, bintang pendamping yang lebih kecil yang disebut Siwarha. Temuan ini, yang akan segera dipublikasikan di The Astrophysical Journal, menunjukkan bahwa Betelgeuse adalah bagian dari sistem biner, bukan raksasa yang sendirian.

Mengapa Ini Penting

Penemuan ini menyelesaikan paradoks yang sudah lama ada: Betelgeuse berputar terlalu cepat untuk ukurannya. Bintang-bintang besar biasanya melambat seiring bertambahnya usia, tetapi Betelgeuse tetap mempertahankan rotasi cepat karena momentum sudut yang ditransfer dari bintang pendampingnya. Siwarha, diperkirakan berukuran antara setengah hingga 1 ½ kali massa Matahari, mempercepat bintang raksasa tersebut melalui interaksi orbital.

Dampak Pendamping

Siwarha mengorbit sangat dekat sehingga tetap berada di atmosfer Betelgeuse, menciptakan jejak gas saat bergerak. Gelombang ini mengental, memanaskan, dan mengaburkan bintang, menyebabkan peredupan berkala yang diamati dari Bumi. Seluruh sistem bintang bereaksi secara sinkron: permukaan, atmosfer, dan gas di sekitarnya semuanya berubah dalam jadwal enam tahun yang konsisten. Koordinasi seperti itu tidak mungkin terjadi hanya dengan badai matahari saja.

Apa Selanjutnya

Para astronom memperkirakan Siwarha akan muncul kembali pada tahun 2027 ketika orbitnya membawanya kembali ke pandangan. Mengonfirmasi sistem biner ini memberikan contoh yang jelas tentang bintang-bintang yang berputar satu sama lain, sebuah proses kematian bintang yang umum namun sulit dipahami. Bintang pendampingnya saat ini tersembunyi di balik Betelgeuse, hilang dalam sorotan cahaya.

Penemuan rekan Betelgeuse tidak hanya memecahkan misteri berusia seabad tetapi juga memberikan gambaran langka tentang tahap akhir evolusi bintang yang kacau balau. Pengamatan ini akan membentuk kembali pemahaman kita tentang bagaimana bintang masif mati dan berinteraksi dengan tetangganya, membenarkan bahwa benda langit paling terkenal pun sering kali menyimpan rahasia tersembunyi.