Prototaxites: Cabang Kehidupan Kompleks Awal yang Hilang

0
21
Prototaxites: Cabang Kehidupan Kompleks Awal yang Hilang

Selama lebih dari 165 tahun, para ilmuwan memperdebatkan identitas Prototaxites, organisme kolosal yang mendominasi lanskap terestrial paling awal di bumi jauh sebelum munculnya pepohonan. Penelitian baru menunjukkan bahwa struktur yang menjulang tinggi ini – yang tingginya mencapai hingga 8 meter (26 kaki) – bukanlah jamur besar seperti yang diyakini sebelumnya, namun merupakan bagian dari garis keturunan kehidupan kompleks yang unik dan telah punah. Penemuan ini mengubah pemahaman kita tentang ekosistem terestrial awal dan menyoroti betapa sedikitnya pengetahuan kita tentang eksperimen awal kehidupan.

Enigma Raksasa Pra-Pohon

Prototaxites pertama kali muncul sekitar 420 hingga 370 juta tahun yang lalu, pada periode Silur Akhir dan Devonian. Organisme ini adalah raksasa pertama yang menjajah daratan, meninggalkan fosil-fosil berbentuk kolom yang mengesankan. Peran ekologisnya tampak jelas – mereka merupakan bagian penting dari ekosistem darat awal, bahkan dikonsumsi oleh arthropoda purba. Namun, menentukan apa sebenarnya mereka telah menjadi teka-teki lama dalam paleontologi.

Perdebatan bergantung pada apakah Prototaxites adalah jamur aneh atau sesuatu yang sama sekali berbeda. Ukuran dan struktur organisme yang besar tidak dapat diklasifikasi dengan mudah dalam kelompok jamur yang diketahui. Pertanyaan ini penting karena memaksa kita untuk mengevaluasi kembali bagaimana kehidupan di darat terdiversifikasi. Apakah raksasa terestrial awal hanya terbatas pada beberapa jalur evolusi saja, atau apakah masih banyak lagi bentuk eksperimental yang hilang seiring berjalannya waktu?

Analisis Terobosan di Rhynie Chert

Penelitian terbaru, yang dipimpin oleh Dr. Corentin Loron dan rekan-rekannya di Universitas Edinburgh dan Museum Nasional Skotlandia, berfokus pada Prototaxites taiti, spesimen yang sangat terpelihara dengan baik yang ditemukan pada rijang Rhynie yang berusia 407 juta tahun di Skotlandia. Situs ini luar biasa, melestarikan ekosistem kuno dengan sangat detail. Tim ini menggunakan teknik-teknik canggih – termasuk pencitraan mikroskopis, spektroskopi inframerah, dan pembelajaran mesin – untuk membandingkan Prototaksit dengan fosil lain dari periode yang sama.

Pemeriksaan mikroskopis menunjukkan adanya organisasi internal yang tidak seperti yang terlihat pada jamur. Prototaxites berisi jaringan tabung yang kompleks, termasuk struktur besar yang diikat dan daerah bola unik yang disebut titik meduler. Struktur ini tidak cocok dengan anatomi jamur yang diketahui. Yang terpenting, analisis kimia menunjukkan tidak adanya kitin – komponen kunci dinding sel jamur. Tim juga gagal mendeteksi perylene, biomarker pigmen yang biasa ditemukan pada fosil jamur.

Bukti Kimia dan Struktural Menunjukkan Kepunahan

Bukti gabungan struktural, kimia, dan biomarker secara tegas mengecualikan Prototaxites dari kerajaan jamur. Tim peneliti menggunakan pembelajaran mesin untuk membandingkan sidik jari molekul Prototaxites dengan tanaman, artropoda, bakteri, dan jamur dari rijang Rhynie. Hasilnya jelas: Prototaksit berbeda dari semua kelompok ini.

Sandy Hetherington, Prototaxites mewakili “kehidupan, tetapi tidak seperti yang kita kenal sekarang.” Itu bukanlah jamur, tanaman, atau apa pun yang saat ini dikenali dalam catatan fosil. Sebaliknya, hal ini tampaknya merupakan eksperimen evolusioner independen dalam membangun organisme besar dan kompleks, yang garis keturunannya hilang karena kepunahan.

Studi ini menyimpulkan bahwa Prototaxites menempati cabang evolusinya sendiri, terpisah dari kelompok mana pun yang diketahui. Ini berarti ekosistem daratan awal lebih beragam dan eksperimental daripada yang dibayangkan sebelumnya, dengan kehidupan menjelajahi berbagai jalur menuju gigantisme sebelum pola pepohonan dan organisme modern muncul.

Pada akhirnya, penemuan ini menggarisbawahi betapa masih banyak yang belum diketahui tentang sejarah awal kehidupan di Bumi, dan betapa perlunya pelestarian yang luar biasa untuk mengungkap keseluruhan keanekaragaman hayati di masa lalu.