Kegagalan Roket Korea Selatan Terkait Masalah Perangkat Keras, Perusahaan Mengumumkan Perbaikan

0
24
Kegagalan Roket Korea Selatan Terkait Masalah Perangkat Keras, Perusahaan Mengumumkan Perbaikan

Startup Korea Selatan, Innospace, telah mengidentifikasi kegagalan perangkat keras sebagai penyebab kehancuran upaya peluncuran orbital pertamanya pada bulan Desember. Roket Hanbit-Nano meledak kurang dari satu menit setelah lepas landas dari Alcantara Space Center Brazil, menandai kemunduran ambisi perusahaan di pasar peluncuran satelit kecil yang kompetitif.

Yang Salah: Kebocoran Gas di Mesin

Investigasi Innospace, yang dilakukan bersama pihak berwenang Brasil, mengungkapkan bahwa kebocoran gas di bagian depan mesin hibrida tahap pertama roket adalah penyebab utamanya. Kebocoran tersebut berasal dari komponen yang tidak tersegel dengan benar, khususnya komponen yang terkena deformasi plastis selama perakitan kembali pasca perbaikan. Hal ini menunjukkan adanya cacat dalam proses manufaktur atau pengendalian kualitas, dan bukan masalah desain mendasar.

Roket Hanbit-Nano menggunakan kombinasi oksigen cair (LOX) dan parafin sebagai bahan bakar, dan dirancang untuk mengirimkan hingga 90 kilogram ke orbit sinkron matahari. Peluncuran yang gagal tersebut membawa muatan dari pelanggan Brasil dan India, serta demonstran teknologi internal.

Mengapa Ini Penting: Perlombaan Luar Angkasa yang Berkembang

Insiden ini menyoroti tantangan yang dihadapi perusahaan antariksa swasta, khususnya yang memasuki sektor peluncuran satelit kecil. Keandalan adalah hal yang terpenting, karena kelemahan perangkat keras sekecil apa pun dapat menyebabkan kegagalan besar. Pasar satelit yang kecil menuntut waktu penyelesaian yang cepat dan efektivitas biaya, sehingga membuat persaingan semakin ketat. Pengalaman Innospace menunjukkan bahwa mencapai kemampuan orbital yang konsisten memerlukan pengujian yang ketat dan jaminan kualitas.

“Proses ini telah memberikan aset teknis berharga yang akan berkontribusi untuk lebih memajukan teknologi kendaraan peluncuran kami,” kata CEO Innospace Soojong Kim.

Rencana Masa Depan: Upaya Kedua di tahun 2026

Innospace sudah menerapkan perbaikan desain dan prosedur verifikasi tambahan untuk mencegah kegagalan serupa. Perusahaan ini menargetkan peluncuran lanjutan pada kuartal ketiga tahun 2026, sambil menunggu persetujuan dari Korea Aerospace Administration (KASA), dan diperkirakan akan melanjutkan peluncuran dari Brasil.

Peluncuran kembali yang sukses akan sangat penting bagi Innospace untuk membuktikan ketahanannya dan memantapkan dirinya sebagai penyedia yang andal dalam industri peluncuran satelit kecil yang berkembang pesat. Kemampuan perusahaan untuk pulih dari kemunduran ini akan menentukan kelangsungan jangka panjangnya di pasar yang mengutamakan kepercayaan dan kinerja yang konsisten.