Kapal Kargo Rusia Menghadapi Docking Manual Setelah Kegagalan Antena

0
22
Kapal Kargo Rusia Menghadapi Docking Manual Setelah Kegagalan Antena

Pesawat ruang angkasa kargo Progress Rusia dalam perjalanan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) mengalami masalah teknis yang kritis: antena utamanya gagal dipasang dengan benar setelah peluncuran, sehingga memaksa kendali misi untuk mempersiapkan prosedur docking manual. Kapal tanpa awak, Progress 94 (Progress MS-33), diluncurkan dari Kazakhstan pada hari Minggu membawa sekitar 2.500 kilogram persediaan penting—makanan, air, bahan bakar, dan peralatan ilmiah—yang ditujukan untuk laboratorium yang mengorbit.

Kerusakan tersebut berarti kapal tidak akan dapat terhubung secara otomatis dengan ISS, seperti yang direncanakan semula pada Selasa. Sebaliknya, kosmonot Rusia Sergey Kud-Sverchkov, yang saat ini berada di stasiun tersebut sebagai bagian dari Ekspedisi 73/74, kemungkinan akan menggunakan sistem cadangan untuk memandu pesawat ruang angkasa dari jarak jauh agar dapat berlabuh dengan modul Poisk Rusia. Penggantian manual ini merupakan prosedur darurat, namun menyoroti risiko ketergantungan pada sistem otomatis di ruang angkasa.

Mengapa hal ini penting: ISS bergantung pada misi pasokan reguler, dan meskipun NASA dan mitra internasional lainnya berkontribusi, Rusia memainkan peran penting dalam bidang logistik. Kegagalan antena jarang terjadi tetapi dapat mengindikasikan masalah keandalan yang lebih luas karena perangkat keras yang menua atau tekanan peluncuran. Perlunya intervensi manual menggarisbawahi unsur manusia yang terus berlanjut dalam operasi ruang angkasa, bahkan dengan meningkatnya otomatisasi.

Masalah ini terungkap sekitar 40 menit setelah lepas landas ketika NASA melaporkan kegagalan penempatan antena. Meskipun sisa pesawat ruang angkasa berfungsi seperti yang diharapkan, antena sangat penting untuk tahap akhir docking. Kud-Sverchkov memiliki pengalaman luas di luar angkasa, termasuk enam bulan di ISS antara tahun 2020-2021. Kemampuannya untuk mengambil alih secara manual memastikan misi dapat dilanjutkan, namun menambah lapisan kompleksitas dan risiko tambahan.

Kejadian ini tidak terisolasi. Peluncuran Progress 94 telah ditunda mulai akhir tahun 2025 karena kerusakan di landasan peluncuran Kosmodrom Baikonur. Awal tahun ini, kru Ekspedisi 73/74 mengalami masalah landasan peluncuran, dan tahun lalu, seorang astronot dipulangkan lebih awal karena keadaan darurat medis.

Ketidakstabilan ISS Terkini: Hal ini menyusul serangkaian insiden di ISS pada tahun lalu. Astronot NASA terdampar karena kapsul yang rusak, dan stasiun Tiangong di Tiongkok juga mengalami masalah dengan puing-puing yang menghantam kendaraan mereka yang kembali. Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan tentang pemeliharaan jangka panjang dan infrastruktur yang menua dalam program luar angkasa Rusia dan internasional.

NASA akan menyiarkan langsung upaya docking pada hari Selasa, memberikan visibilitas real-time ke dalam operasi tersebut. Apakah antena dapat diperbaiki sebagian atau Kud-Sverchkov terpaksa mengambil kendali manual, misi akan terus berlanjut.

Meskipun mengalami kemunduran, para pejabat mengatakan semua sistem lainnya masih dalam tahap nominal dan docking akan berjalan sesuai rencana, baik secara mandiri atau dengan campur tangan manusia. Insiden ini menjadi pengingat bahwa perjalanan luar angkasa pada dasarnya tetap berisiko, dan bahkan prosedur yang sudah mapan pun bisa mengalami kegagalan yang tidak terduga.