Very Large Telescope (VLT) milik European Southern Observatory telah menghasilkan gambar inovatif dari sistem bintang AFGL 4106, mengungkap tahap akhir dua bintang masif yang kacau namun indah. Sistem biner ini menawarkan gambaran unik tentang bagaimana bintang melepaskan massanya sebelum runtuh menjadi nebula, bahan mentah pembentukan bintang di masa depan.
Evolusi Bintang Beraksi
AFGL 4106 terdiri dari dua bintang pada titik berbeda dalam pergolakan kematiannya. Sebuah bintang telah mengeluarkan sejumlah besar gas dan debu, membentuk selubung padat di sekelilingnya. Yang lainnya berada pada tahap keruntuhan yang lebih lanjut. Proses ini, meskipun bersifat merusak bagi bintang-bintang itu sendiri, namun sangat penting bagi evolusi galaksi. Bintang tidak hilang begitu saja; mereka mendaur ulang materialnya kembali ke alam semesta.
Instrumen SPHERE VLT, yang dirancang untuk mengamati objek redup di dekat bintang terang, mengatasi tantangan kontras cahaya ekstrem. Hal ini memungkinkan para astronom untuk memetakan puing-puing yang terlempar dan secara tepat mengkarakterisasi bintang-bintang yang sekarat untuk pertama kalinya. Gambar-gambar tersebut menunjukkan bintang-bintang itu sendiri tampak seperti rongga hitam—akibat kecerahan luar biasa yang memenuhi detektor.
Pengaruh Bintang Pendamping
Bentuk nebula yang mengelilingi AFGL 4106 jauh dari kata simetris. Kehadiran bintang pendamping secara signifikan mendistorsi pelepasan gas, mendorong awan debu dan gas menjauh dari bentuk bola sempurna. Interaksi ini menunjukkan bagaimana sistem biner dapat secara dramatis mengubah evolusi bintang-bintang yang sekarat. Gravitasi dan tekanan radiasi bintang pendamping membentuk nebula, menciptakan struktur yang unik dan asimetris.
Tim peneliti, yang dipimpin oleh Dr. Gabriel Tomassini, menggunakan kemampuan SPHERE untuk mengoreksi turbulensi atmosfer, menghasilkan gambar yang sangat tajam. Analisis mereka membatasi sifat fisik dan status evolusi sistem.
Implikasinya terhadap Evolusi Bintang
Studi ini berkontribusi pada pemahaman kita tentang proses hilangnya massa dalam biner masif dan bagaimana nebula di sekitar bintang yang berevolusi terbentuk. Temuan ini muncul di jurnal Astronomy & Astrophysics, memberikan wawasan rinci tentang momen-momen terakhir bintang masif.
Pengamatan ini menunjukkan bahwa kematian bintang jarang terjadi sendirian; interaksi dengan bintang pendamping memainkan peran penting dalam membentuk sisa-sisa dan mempengaruhi pembentukan bintang di masa depan.
Pengamatan lanjutan VLT menjanjikan pengungkapan lebih lanjut tentang interaksi kompleks antara gaya-gaya yang mengatur evolusi bintang dan siklus materi di alam semesta.
