Setelah perjalanan 10 hari yang sukses mengelilingi bulan, awak misi Artemis 2 NASA telah kembali ke Bumi, menandai tonggak penting dalam kembalinya umat manusia ke luar angkasa. Misi tersebut, yang melibatkan pesawat ruang angkasa Orion “Integrity” mengorbit sisi jauh bulan, telah bertransisi dari uji terbang berisiko tinggi menjadi kesuksesan mendasar yang membuka jalan bagi pendaratan di bulan mendatang.
Tes Bantuan Hidup yang Berhasil
Meskipun misi tersebut menarik perhatian global melalui gambar-gambar yang menginspirasi, tujuan utamanya bersifat teknis: sebagai “pelayaran penggeledahan” untuk pesawat ruang angkasa Orion. Para kru—astronot NASA Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch, serta Jeremy Hansen dari Badan Antariksa Kanada—ditugaskan untuk memverifikasi bahwa sistem pendukung kehidupan pesawat ruang angkasa tersebut dapat menopang manusia di luar angkasa.
Komandan Reid Wiseman melaporkan bahwa misi tersebut berhasil, dan mencatat bahwa pesawat luar angkasa tersebut bekerja dengan sangat baik. Meskipun kru mengidentifikasi area kecil yang perlu disempurnakan—seperti mengatur suhu kabin selama hari-hari awal penerbangan—penyesuaian ini merupakan standar untuk misi uji coba.
“Mereka dapat menempatkan Artemis 3 Orion di Sistem Peluncuran Luar Angkasa besok dan meluncurkannya, dan kru akan berada dalam kondisi yang sangat baik,” kata Wiseman, menandakan tingginya kepercayaan terhadap perangkat keras yang ada saat ini.
Menjembatani Kesenjangan pada Artemis 3
Data yang dikumpulkan selama penerbangan ini sangat penting untuk tahap selanjutnya dari program Artemis. Berbeda dengan penerbangan berdurasi pendek di masa lalu, NASA bersiap untuk tinggal lebih lama di permukaan bulan.
- Pembelajaran Berkelanjutan: Astronot Victor Glover menekankan bahwa pembelajaran selama Artemis 2 sangat penting untuk mempersiapkan misi 30 hingga 45 hari yang direncanakan untuk Artemis 3, 4, dan 5.
- Langkah Selanjutnya: Artemis 3 saat ini dijadwalkan untuk peluncuran pertengahan tahun 2027. Misi ini akan fokus pada latihan manuver pertemuan dan docking di orbit Bumi menggunakan pendarat bulan yang disediakan oleh kontraktor SpaceX atau Blue Origin.
- Memperluas Kemampuan: NASA tetap fleksibel, menunjukkan kesediaan untuk memanfaatkan pendarat dari kedua penyedia untuk memastikan keberhasilan misi.
Jalan Menuju Permukaan Bulan
Keberhasilan Artemis 2 telah mengubah lanskap psikologis dan teknis dari program ini. Bagi para astronot, bulan bukan lagi tujuan teoretis yang jauh, melainkan tujuan yang dapat dicapai.
Terlepas dari tantangan teknis yang sangat besar di masa depan, Wiseman menyatakan rasa urgensi dan kesiapannya, dengan menyatakan bahwa pendaratan berawak terasa “benar-benar dapat dilakukan” dan “segera dapat dilakukan”. Jika pencapaian misi yang akan datang tercapai, NASA bertujuan untuk mendaratkan astronot di dekat kutub selatan bulan sebagai bagian dari misi Artemis 4 pada akhir tahun 2028.
Kesimpulan
Dengan berhasil memvalidasi kemampuan pesawat luar angkasa Orion dalam menopang kehidupan di orbit bulan, Artemis 2 telah memindahkan program Artemis dari ranah pengujian ke ambang eksplorasi. Misi tersebut telah menyediakan data penting yang diperlukan untuk transisi dari mengorbit bulan menjadi benar-benar berjalan di permukaannya.
