Senyawa Ganja Menjanjikan dalam Membalikkan Penyakit Hati Berlemak

0
11

Penelitian baru menunjukkan bahwa senyawa yang ditemukan dalam tanaman ganja – khususnya cannabidiol (CBD) dan cannabigerol (CBG) – dapat secara efektif membalikkan penyakit hati berlemak pada tikus, tanpa menimbulkan efek psikoaktif. Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di Universitas Ibrani Yerusalem, mengungkapkan mekanisme baru yang digunakan cannabinoid untuk meningkatkan kesehatan metabolisme.

Temuan Utama: Remodeling Metabolik di Tingkat Hati

Penelitian menunjukkan bahwa CBD dan CBG secara signifikan meningkatkan kontrol gula darah, mengurangi akumulasi lemak hati, dan menurunkan kadar lipid darah pada tikus yang mengalami obesitas. Yang mengejutkan, efek-efek ini tampaknya bekerja sebagian besar di luar jalur reseptor cannabinoid tradisional yang biasanya terkait dengan komunikasi usus-hati. Sebaliknya, senyawa tersebut merangsang hati untuk memproduksi lebih banyak fosfokreatin, cadangan energi penting yang mendukung kesehatan dan fungsi sel.

Setelah empat minggu menjalani diet tinggi lemak, tikus yang diobati dengan CBD atau CBG menunjukkan pemulihan fungsi hati. CBG terbukti sangat ampuh, mengurangi lemak tubuh, menurunkan kolesterol “jahat” (LDL), dan secara dramatis meningkatkan sensitivitas insulin dibandingkan CBD.

“Temuan kami mengidentifikasi mekanisme baru dimana CBD dan CBG meningkatkan energi hati dan fungsi lisosom,” jelas Joseph Tam, penulis senior studi tersebut. “Remodeling metabolik ganda ini berkontribusi pada peningkatan penanganan lipid hati dan menyoroti senyawa ini sebagai agen terapi yang menjanjikan untuk penyakit hati steatotik terkait disfungsi metabolik (MASLD).”

Bangkitnya MASLD dan Pencarian Perawatan

MASLD, yang sebelumnya dikenal sebagai penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD), telah melampaui penyakit hati terkait alkohol sebagai penyakit hati kronis paling umum di dunia, dan menyerang sekitar sepertiga orang dewasa. Tidak seperti bentuk penyakit hati lainnya, MASLD terkait erat dengan disfungsi metabolik sistemik. Hal ini menjadikannya kondisi yang jauh lebih luas dan kompleks daripada yang dipahami sebelumnya.

Kurangnya pengobatan farmakologis yang disetujui saat ini untuk MASLD menggarisbawahi pentingnya menemukan pilihan terapi baru. Penelitian sebelumnya menunjukkan suplementasi kreatin dapat mengatasi MASLD, namun dapat memperburuk penyakit hati terkait alkohol. Studi baru ini melanjutkan hasil ini dengan menunjukkan bahwa senyawa ganja tertentu dapat melindungi hati dengan mengalihkan energi ke sintesis fosfokreatin, membersihkan lemak dari organ.

CBD, CBG, dan Masa Depan Pengobatan Berbasis Ganja

CBD sudah menjadi senyawa terkenal dalam ganja, dengan beberapa penelitian menunjukkan potensi manfaat metabolik. Namun, CBG, yang sering disebut sebagai “induk dari semua cannabinoid”, baru-baru ini muncul sebagai alternatif yang lebih menjanjikan. Ini dimetabolisme menjadi CBD dan THC, tetapi dalam bentuk murni tidak menghasilkan “high.”

Penelitian ini adalah yang pertama menunjukkan bahwa fitocannabinoid secara mendasar dapat memprogram ulang buffering energi hati. Namun, apakah temuan ini dapat diterapkan pada manusia masih belum pasti. Pasar CBD saat ini tidak memiliki regulasi yang ketat, dan bioavailabilitas melalui konsumsi oral mungkin berbeda dengan injeksi langsung, seperti yang digunakan dalam penelitian ini.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami bagaimana CBD dan CBG berinteraksi dengan fungsi hati dan untuk mengembangkan obat yang aman dan mudah diberikan serta meniru efeknya. Kesenjangan terapeutik dalam pengobatan MASLD memerlukan solusi inovatif, dan senyawa ganja mungkin menawarkan jalan maju yang baru.