Sungai Global Dipetakan Dari Luar Angkasa: Data Satelit Baru Mengungkap Aliran Air di Seluruh Dunia

0
10

Sungai-sungai di bumi, jalur kehidupan ekosistem dan peradaban manusia, kini dipantau dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya berkat misi satelit Surface Water and Ocean Topography (SWOT). Untuk pertama kalinya, para ilmuwan telah membuat peta global komprehensif yang memperkirakan debit sungai – volume air yang mengalir melalui saluran air – menggunakan data yang dikumpulkan dari luar angkasa. Terobosan ini mengisi kesenjangan penting dalam pemantauan air, khususnya di wilayah terpencil dan wilayah yang sensitif secara politik di mana pengukuran berbasis darat jarang dilakukan.

Tantangan Mengukur Aliran Air Global

Mengukur debit sungai secara akurat sangat penting untuk memprediksi banjir, mengelola sumber daya air, dan memahami dampak lingkungan. Namun, metode tradisional yang mengandalkan pengukur sungai tidak tersebar secara merata, sehingga sebagian besar wilayah bumi tidak terpantau. Hal ini menimbulkan tantangan besar, terutama di wilayah dimana perubahan aliran air yang cepat dapat menimbulkan dampak buruk.

Misi SWOT, yang merupakan kolaborasi antara NASA dan badan antariksa Prancis CNES, mengatasi masalah ini dengan menggunakan instrumen radar jangkauan luas untuk mengukur ketinggian air di sungai, danau, dan lautan. Berbeda dengan alat pengukur yang dilokalisasi, SWOT menyediakan cakupan yang luas dan konsisten, melengkapi jaringan darat yang sudah ada.

Cara Kerja SWOT: Mata Satelit di Atas Air

Satelit SWOT mengorbit Bumi pada ketinggian 554 mil (891 kilometer), menyelesaikan orbit penuh setiap 21 hari. Dengan menggunakan Ka-band Radar Interferometer (KaRIn), alat ini mengukur ketinggian permukaan air, sehingga memungkinkan para ilmuwan memperkirakan tingkat debit dengan akurasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Data yang dihasilkan divisualisasikan sebagai peta global, dengan benang biru ke hijau yang lebih terang dan padat mewakili aliran sungai yang lebih tinggi.

Menurut NASA, pelepasan ini mewakili perkiraan global pertama mengenai debit sungai dan sedimen tersuspensi yang diamati dari luar angkasa – mencakup setiap sungai di Bumi yang lebarnya lebih dari sekitar 160 kaki (50 meter).

Mengapa Ini Penting: Lebih dari Sekadar Volume Air

Implikasi dari data baru ini lebih dari sekedar pengukuran volume air sederhana. Sungai bukan hanya saluran air; mereka juga mengangkut nutrisi penting, polutan, dan sedimen yang membentuk delta, mempengaruhi kualitas air, dan mempengaruhi keseluruhan ekosistem.

“Debit khususnya merupakan jantung dari prakiraan banjir, dan memiliki perkiraan berbasis ruang membantu mengisi kesenjangan di mana sensor tanah terbatas atau tidak ada.”

Kemampuan untuk memperkirakan debit dari luar angkasa secara akurat akan meningkatkan model prediksi banjir, sehingga memungkinkan persiapan dan respons yang lebih baik di wilayah yang rentan. Perusahaan air minum, perencana irigasi, dan pengelola waduk juga dapat memanfaatkan data ini untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air lintas musim dan wilayah.

Melihat ke Depan: Era Baru Pemantauan Air

Misi SWOT mewakili perubahan paradigma dalam cara kita memantau dan memahami sistem air bumi. Dengan menggabungkan observasi berbasis ruang angkasa dan pengukuran berbasis darat, para ilmuwan dapat memperoleh gambaran aliran air global yang lebih lengkap dan akurat. Data ini tidak hanya akan meningkatkan kemampuan kita dalam mengelola sumber daya air namun juga memberikan wawasan penting mengenai interaksi kompleks antara sungai, ekosistem, dan populasi manusia.

Ketersediaan kumpulan data global ini menandai langkah signifikan menuju praktik pengelolaan air yang lebih berkelanjutan dan terinformasi di seluruh dunia.