Sebuah studi perintis telah mengungkapkan potensi cara baru untuk menangani preeklamsia, sebuah komplikasi kehamilan berbahaya yang mempengaruhi antara 3% dan 8% orang hamil di seluruh dunia. Dengan menggunakan filter khusus untuk menghilangkan protein tertentu dari darah, para peneliti mungkin telah menemukan cara untuk menstabilkan pasien dan memperpanjang durasi kehamilan, sehingga berpotensi memberi bayi prematur lebih banyak waktu untuk berkembang.
Pelaku Biologis: Protein Flt-1
Meskipun penyebab pasti preeklamsia masih menjadi subjek penelitian intensif, para peneliti telah mengidentifikasi faktor kuncinya: protein yang disebut ** Flt-1 terlarut **.
Diproduksi secara alami oleh plasenta, Flt-1 bertanggung jawab untuk mengatur pertumbuhan pembuluh darah plasenta. Namun, pada kasus preeklamsia, kadar protein ini bisa melonjak hingga lima kali lipat dari jumlah normal. Kelebihan protein ini mengganggu keseimbangan tubuh, menyebabkan:
– Tekanan darah tinggi dan protein dalam urin.
– Kerusakan organ, termasuk pembengkakan di otak dan kerusakan hati.
– Komplikasi pada janin, seperti pertumbuhan terhambat dan kekurangan oksigen akibat kerusakan plasenta.
Metode Pengobatan Baru
Selama beberapa dekade, satu-satunya pengobatan standar untuk preeklamsia adalah dengan melahirkan—pengangkatan plasenta untuk menghentikan sumber komplikasi. Namun, hal ini sering kali mengakibatkan kelahiran prematur, yang membawa risiko kesehatan yang signifikan bagi bayi baru lahir.
Dalam penelitian yang dipublikasikan di Nature Medicine, para peneliti dari Cedars-Sinai Health System dan institusi lain menguji pendekatan yang lebih proaktif. Mereka mengembangkan sistem menggunakan filter berbasis antibodi khusus yang dirancang untuk “menangkap” dan menghilangkan kelebihan Flt-1 dari aliran darah pasien.
Hasil Studi Percontohan
Penelitian tersebut melibatkan 16 wanita yang mengalami preeklampsia dini. Meskipun ukuran sampelnya kecil, hasil awalnya cukup menjanjikan:
– Pengurangan Protein: Perawatan ini mengurangi kadar Flt-1 dalam darah sekitar 17%.
– Penanganan Gejala: Pasien menunjukkan sedikit penurunan tekanan darah dan kadar protein dalam urin mereka.
– Perpanjangan Kehamilan: Perawatan ini membantu menstabilkan beberapa kehamilan, memperpanjangnya rata-rata 10 hari. Dalam satu contoh, kehamilan diperpanjang 19 hari.
“Jika mereka tumbuh, itu berarti mereka sehat dan mendapatkan nutrisi serta oksigen yang mereka butuhkan,” kata ahli nefrologi Ravi Thadhani.
Tantangan dan Jalan ke Depan
Meskipun ada tanda-tanda yang menggembirakan, para ahli medis mendesak agar berhati-hati. Penelitian ini tidak memiliki kelompok kontrol, sehingga sulit untuk membuktikan secara pasti seberapa besar peningkatan yang disebabkan oleh filter versus perkembangan alami penyakit ini.
Selain itu, ada beberapa rintangan yang harus diatasi sebelum hal ini menjadi praktik klinis standar:
1. Masalah Keamanan: Peserta melaporkan efek samping seperti sakit kepala, rasa tidak nyaman di dada, dan masalah enzim hati. Masih belum jelas apakah hal ini disebabkan oleh proses filtrasi atau preeklamsia itu sendiri.
2. Skala Penelitian: Uji klinis yang lebih besar dan terkontrol diperlukan untuk memastikan prosedur ini aman bagi ibu dan janin dalam jangka panjang.
3. Aksesibilitas: Meskipun tes diagnostik untuk preeklampsia sudah ada (seperti rasio Flt-1/Placental Growth Factor), tes tersebut belum tersedia secara luas di semua wilayah, termasuk Amerika Serikat.
Kesimpulan
Teknik filtrasi ini mewakili perubahan signifikan dari sekedar mengelola gejala menjadi secara aktif menargetkan penyebab biologis yang mendasari preeklamsia. Jika uji coba yang lebih besar mengkonfirmasi keberhasilan awal ini, metode ini dapat memberikan waktu yang penting bagi bayi prematur untuk tumbuh, sehingga berpotensi mengurangi komplikasi yang terkait dengan kelahiran dini.
