SpaceX mempercepat penerapan konstelasi internet Starlink akhir pekan ini dengan dua peluncuran yang sukses dari kedua pantai Amerika Serikat. Perusahaan ini meluncurkan 25 satelit dari California dan 29 dari Florida dalam rentang waktu lebih dari 12 jam, sehingga secara signifikan meningkatkan kehadirannya di orbit rendah Bumi (LEO).
Strategi Penerapan Bicoastal
Peluncuran pertama dilakukan pada tanggal 1 Maret pukul 05:10 EST (1010 GMT) dari Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg di California, mengerahkan 25 satelit dari Grup 17-23. Kemudian pada hari itu, pada pukul 21:56 EST (0256 GMT pada tanggal 2 Maret), roket Falcon 9 lainnya lepas landas dari Stasiun Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral di Florida, membawa 29 satelit (Grup 10-41). Upaya terkoordinasi ini menyoroti peningkatan efisiensi operasional dan kapasitas SpaceX untuk ekspansi konstelasi yang cepat.
Teknologi Roket yang Dapat Digunakan Kembali sedang Beraksi
Kedua booster tahap pertama tersebut berhasil ditemukan, menunjukkan kematangan teknologi roket SpaceX yang dapat digunakan kembali. Booster 1082 menyelesaikan penerbangannya yang ke-20, mendarat di kapal drone “Of Course I Still Love You” di Samudera Pasifik. Sementara itu, Booster 1078 menyelesaikan peluncurannya yang ke-26, mendarat di dek “Just Read the Instruksi” di Atlantik. Kemampuan penggunaan kembali ini secara drastis menurunkan biaya akses ruang.
Jaringan Starlink Berkembang
Dengan peluncuran ini, jumlah total satelit Starlink di orbit kini melebihi 9,900, menurut pelacak satelit Jonathan McDowell. Hal ini membawa SpaceX lebih dekat ke tujuannya dalam menyediakan jangkauan internet berkecepatan tinggi secara global, khususnya di wilayah yang kurang terlayani. Peluncuran di Florida pada hari Minggu menandai misi ke-27 SpaceX tahun ini dan keseluruhan misi ke-620 dalam sejarah perusahaan.
Pesatnya penerapan Starlink menggarisbawahi dominasi SpaceX di sektor ruang angkasa komersial dan komitmennya untuk membangun infrastruktur orbital besar-besaran untuk konektivitas global.
Ekspansi Starlink yang berkelanjutan menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan jangka panjang di LEO, karena semakin banyak satelit yang meningkatkan risiko tabrakan dan puing-puing ruang angkasa. Namun, SpaceX tetap fokus pada operasi luar angkasa yang bertanggung jawab dan secara aktif mengembangkan teknologi untuk memitigasi risiko ini.
SpaceX terus menyempurnakan irama peluncurannya, membuktikan kemampuannya dalam menjalankan berbagai misi secara berurutan dengan cepat. Peluncuran terbaru ini menjadi contoh nyata peningkatan kemampuan perusahaan dan ambisinya untuk membentuk kembali masa depan akses internet berbasis ruang angkasa.


























