Michel Adanson tidak hanya mempelajari tumbuhan. Ia mencoba mengklasifikasikannya berdasarkan kondisi tubuh secara umum. Ini adalah pendekatan yang ambisius, meskipun pada akhirnya tidak populer, yang menempatkannya melawan otoritas botani paling berkuasa pada masanya. Lahir di Aix-en-Provence pada tahun 1727, Adanson mendedikasikan hidupnya untuk menciptakan sistem penamaan tanaman alami. Dia sangat fokus pada keluarga dan semua ciri fisiknya. Hal ini sangat kontras dengan meningkatnya dominasi sistem Linnaean.
Ekspedisi Senegal dan warisannya
Perjalanan ilmiah Adanson dimulai jauh dari Paris. Pada tahun 1749 ia melakukan perjalanan ke Senegal. Ia bergabung dengan perusahaan perdagangan Compagnie des Indes. Dia tinggal selama empat tahun. Ini bukan liburan. Ini adalah kerja lapangan dalam bentuknya yang paling murni.
Ia kembali ke Prancis dengan membawa banyak koleksi spesimen herbarium. Naturalis Georges Buffon mengawasi penambahan beberapa spesimen ini ke Koleksi Kerajaan Prancis. Kebanyakan dari mereka disimpan di Museum Nasional Sejarah Alam di Paris. Mereka tetap di sana sampai sekarang. Pada tahun 1757, Adanson menerbitkan Natural History of Senegal. Karya ini menggambarkan flora Senegal dan mencakup penjelasan tentang moluska. Ini adalah langkah pertama dalam mendefinisikan visi ilmiahnya yang unik.
Sistem alami dan Linnaeus
Karya Adanson yang paling terkenal adalah Familles des plantes (1763). Di sini dia menjelaskan sistem klasifikasinya. Didesain agar terlihat alami. Itu tergantung pada struktur fisik umum tumbuhan. Hal ini bertentangan langsung dengan Carolus Linnaeus. Ahli botani Swedia mengusulkan sistem yang hampir seluruhnya didasarkan pada organ reproduksi.
Linnaeus memenangkan pertarungan PR. Sistem Adanson tidak berhasil secara luas. Sistem ini akhirnya digantikan oleh sistem Linnaean. Ilmuwan Eropa mengetahui siapa Adanson. Mereka hanya tidak menggunakan metodenya. Namun pengaruhnya masih tetap pada detailnya.
Melampaui Taksonomi
Adanson tidak berhenti pada tanaman. Dia melakukan penelitian ekstensif tentang moluska. Dia adalah orang pertama yang menggunakan ciri anatomi untuk mendeskripsikan kelompok ini. Dia juga memperkenalkan metode statistik untuk mengklasifikasikan tumbuhan. Hal ini tidak biasa pada saat itu. Ia mempelajari kelistrikan pada ikan torpedo. Ia mempelajari regenerasi pada katak dan siput. Dia melihat anggota badannya. Dia melihat ke kepala.
Pekerjaannya menyeluruh. Ia juga sangat mandiri. Dia menolak memasukkan tanaman ke dalam kotak yang hanya dibatasi oleh organ reproduksinya. Dia ingin menginginkan gambaran keseluruhan. Sistem Linnaeus lebih sederhana. Lebih mudah untuk mengajar. Itu menjadi standar. Sistem alami Adanson memudar menjadi latar belakang sejarah ilmu pengetahuan.
Mengapa Adanson penting saat ini
Kita sering mengingat siapa yang memenangkan perdebatan ilmiah. Nama Linnaeus ada di setiap buku teks. Adanson adalah catatan kaki. Namun, pendekatannya mengantisipasi kladistik modern. Dia melihat seluruh organisme. Dia menggunakan data. Dia mencoba menemukan hubungan alami, bukan hubungan buatan.
Carolus Linnaeus menentang usulan sistem klasifikasi alami Adanson. Saat itu tidak diterima. Ini mungkin lebih relevan sekarang. Kembali ke genetika dan keseluruhan genom. Bukan hanya bagian reproduksinya saja. Adanson lebih maju dari zamannya. Dia tidak memiliki platformnya.
Spesimennya masih ada
