NASA siap mengirim astronot mengelilingi bulan untuk pertama kalinya dalam lebih dari setengah abad dengan misi Artemis II, yang saat ini dijadwalkan untuk diluncurkan paling cepat tanggal 1 April. Misi ini bukan hanya kembali ke kedekatan bulan; Ini adalah uji terbang penting untuk roket Space Launch System (SLS) dan kapsul awak Orion, yang membuka jalan bagi kehadiran manusia yang berkelanjutan di bulan.
Perjalanan yang Lama Tertunda
Program Artemis menghadapi penundaan yang signifikan. Awalnya dijadwalkan pada tahun 2019, program ini diundur karena kendala teknis. Misi Artemis I tanpa awak, yang berhasil mengorbit bulan pada tahun 2022, berfungsi sebagai validasi awal sistem SLS dan Orion. Kini, dengan perangkat keras yang kembali ke landasan peluncuran setelah mengatasi masalah kebocoran bahan bakar ringan, Artemis II siap membawa empat astronot – Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch (semuanya NASA), dan Jeremy Hansen (Badan Antariksa Kanada) – pada lintasan yang sama.
Tujuan Misi: Pengujian dan Pengamatan
Penerbangan ini pada dasarnya adalah uji coba. Seperti yang ditegaskan Komandan Wiseman, tim sudah siap tetapi memahami bahwa kendaraan tersebut harus membuktikan diri. Misi delapan hari ini akan melibatkan pemeriksaan sistem pendukung kehidupan yang komprehensif dan simulasi docking manual, yang penting untuk misi pendaratan di bulan di masa depan.
Yang membuat perjalanan ini unik adalah kesempatan untuk mengamati bagian sisi jauh bulan yang belum pernah dilihat manusia. Sekitar 60% sisi jauh Bulan masih belum teramati oleh mata manusia, termasuk area Mare Orientale yang akan diterangi selama penerbangan. Ini bukan sekedar simbolis; sisi jauhnya menyimpan potensi ilmiah yang penting, dan program Artemis bertujuan untuk memanfaatkannya.
Beyond Artemis II: Visi Jangka Panjang
Artemis II adalah salah satu langkah dalam rencana yang lebih luas dan ambisius. Jadwal aslinya adalah Artemis III mendaratkan astronot di bulan pada tahun 2025, tetapi penundaan telah mendorong target ini menjadi tahun 2027. Misi Artemis IV dan V berikutnya, yang direncanakan pada tahun 2028, akan fokus pada praktik prosedur docking pendarat bulan sebagai persiapan untuk pangkalan bulan permanen.
Tujuan utamanya adalah kehadiran manusia yang berkelanjutan di bulan, dan Artemis meletakkan dasar bagi eksplorasi bulan jangka panjang dan pemanfaatan sumber daya potensial. Hansen, berbicara pada konferensi pers baru-baru ini, menggambarkan misi tersebut sebagai kontribusi kecil namun penting bagi upaya yang lebih besar ini: “Kami dengan senang hati melakukan bagian kecil kami… dan kemudian menyerahkan tongkat estafet ketika kami kembali.”
Keberhasilan Artemis II tidak hanya akan memvalidasi perangkat keras generasi berikutnya milik NASA tetapi juga menghidupkan kembali minat masyarakat terhadap eksplorasi bulan, sehingga membuka landasan bagi pijakan baru umat manusia di bulan.

























