NASA telah meninggalkan stasiun luar angkasa bulan yang telah lama direncanakan, Gateway, untuk fokus membangun pangkalan permanen langsung di permukaan bulan. Keputusan tersebut, yang didorong oleh keinginan untuk mempercepat kembalinya manusia ke bulan pada tahun 2028, mencerminkan pergeseran prioritas di tengah meningkatnya persaingan dengan Tiongkok dalam eksplorasi ruang angkasa.
Pergeseran Strategi
Selama bertahun-tahun, NASA membayangkan Gateway sebagai batu loncatan penting untuk misi ke bulan, berfungsi sebagai laboratorium dan pusat transit. Namun, para pemimpin lembaga tersebut sekarang berpendapat bahwa mengejar Gateway akan menunda tujuan utama: mendaratkan astronot di bulan. Rencana yang direvisi ini memprioritaskan operasi permukaan bulan secara langsung dibandingkan stasiun orbital.
Percepatan ini sebagian terjadi karena NASA sebelumnya telah menetapkan target tahun 2030 untuk pemasangan habitat awal berdasarkan rencana Gateway. Untuk memenuhi jadwal yang dipercepat, badan tersebut akan menggunakan kembali perangkat keras yang awalnya ditujukan untuk stasiun tersebut guna mendukung misi permukaan.
Pendanaan dan Tantangan Politik
Proyek pangkalan bulan yang ambisius membutuhkan sekitar $20 miliar selama tujuh tahun. Namun, mendapatkan pendanaan dari Kongres masih menjadi tantangan besar. Meskipun Presiden Trump mengamanatkan pembangunan pos terdepan di bulan pada tahun 2030, komitmen keuangan belum terwujud. Banyak anggota parlemen AS yang saat ini fokus pada pelestarian pendanaan untuk inisiatif ilmu pengetahuan luar angkasa dan bumi lainnya.
Kutub Selatan Bulan: Lokasi Strategis
Pangkalan yang direncanakan akan dibangun di kutub selatan bulan, sebuah wilayah yang kira-kira seukuran Virginia, yang terkenal dengan kawah-kawahnya yang dalam dan dibayangi secara permanen yang mengandung es air yang berpotensi berharga dan sumber daya beku lainnya. Mengekstraksi sumber daya ini dapat memungkinkan adanya habitat di bulan dalam jangka panjang tanpa pasokan terus-menerus dari Bumi.
Three-Phase Implementation
Rencana NASA terbagi dalam tiga fase:
- 2024–2026: Pendaratan robot secara berkala (lebih dari dua lusin peluncuran) untuk mencari air, menguji pemanas nuklir, dan menunjukkan akses permukaan yang andal.
- Sekitar tahun 2029: Pengerahan tenaga listrik, komunikasi, dan peralatan di permukaan tanah, dibantu oleh kendaraan penjelajah bertekanan untuk pemukiman berpindah.
- 2030an dan seterusnya: Pemasangan modul habitat permanen, penerbangan kargo berkelanjutan, dan pengembalian sampel ke bulan, dengan fokus pada pemanfaatan sumber daya in-situ (ISRU) – menggunakan tanah bulan (regolit) untuk konstruksi dan penyangga kehidupan.
Jalan Menuju Mars
NASA memandang pendirian pangkalan di bulan sebagai batu loncatan penting menuju misi manusia ke Mars. Menguji kemampuan dukungan kehidupan jangka panjang, ekstraksi sumber daya, dan perbaikan di bulan akan memberikan pengalaman berharga bagi lingkungan Planet Merah yang jauh lebih menantang. Seperti yang dinyatakan oleh Carlos Garcia-Galan dari NASA, “Jelas, ketika kita tiba di Mars, kita akan memerlukan sebagian dari kemampuan ini, dan ketika kita sampai di sana, itu akan teruji dan benar.”
Proyek Gateway belum secara resmi dibatalkan tetapi masa depannya tidak pasti karena perangkat kerasnya dialihkan ke pangkalan bulan. NASA yakin pendekatan sederhana ini akan mempercepat pengembangan bulan tanpa memerlukan dana tambahan yang signifikan.
Pada akhirnya, keputusan NASA untuk memprioritaskan pangkalan di bulan dibandingkan stasiun orbit merupakan pertaruhan strategis untuk membangun kehadiran permanen di bulan dan menegaskan kepemimpinan Amerika di luar angkasa sebelum Tiongkok dapat mencapai hal yang sama.


























