Matthias Jakob Schleiden tidak bermaksud mengubah biologi selamanya. Dia hanyalah seorang pria di Jerman abad ke-19 yang membenci taksonomi. Lahir di Hamburg pada tanggal 5 April 1804, Schleiden belajar hukum di Heidelberg sebelum menyadari minat sebenarnya terletak di tempat lain. Botani bukan lagi sekadar hobi. Itu menjadi obsesi penuh waktu.
Komunitas ilmiah pada saat itu terobsesi dengan mengklasifikasikan tanaman ke dalam kategori yang rapi. Schleiden menganggap ini membosankan. Dia ingin tahu bagaimana sebenarnya tanaman bekerja. Jadi, dia beralih ke mikroskop. Pergeseran fokus ini mengubah segalanya.
Lahirnya Teori Sel
Pada tahun 1838, saat menjabat sebagai profesor botani di Universitas Jena, Schleiden menerbitkan makalah berjudul “Kontribusi terhadap Fitogenesis”. Manifesto tersebut singkat dan tajam yang menantang status quo. Argumennya sederhana namun radikal: setiap bagian tumbuhan terbuat dari sel. Atau, mereka berasal dari mereka.
Sebelumnya, gagasan bahwa sel adalah unsur penyusun dasar kehidupan hanyalah sebuah keyakinan informal. Schleiden mengubah firasat itu menjadi prinsip biologis. Dia menempatkannya pada landasan yang sama dengan teori atom dalam kimia. Atom menyusun materi. Sel menyusun tumbuhan. Itu adalah persamaan yang bergema.
Schleiden juga memusatkan perhatian pada inti sel. Ahli botani Robert Brown telah menemukannya pada tahun 1831, namun Schleiden melihat pentingnya sebenarnya. Dia menyadari bahwa nukleus adalah kunci pembelahan sel. Wawasan ini meletakkan dasar untuk memahami bagaimana kehidupan berkembang biak pada tingkat mikroskopis.
Dampak yang Lebih Luas
Schleiden tidak bekerja dalam ruang hampa. Ia berkolaborasi dengan Theodor Schwann, seorang ahli zoologi. Bersama-sama, mereka ikut mendirikan teori sel, memperluas temuan berbasis tanaman Schleiden ke hewan. Alam semesta biologi tiba-tiba mempunyai kesamaan.
Dia juga berada di depan kurva evolusi. Schleiden adalah salah satu ahli biologi Jerman pertama yang menerima teori kontroversial Charles Darwin. Keterbukaan pikiran ini kemungkinan besar membantunya menghubungkan fakta-fakta biologis yang berbeda ke dalam kerangka kerja yang kohesif.
Karirnya membawanya jauh dari Jerman. Pada tahun 1863, ia menjadi profesor botani di Universitas Dorpat di Rusia. Dia meninggal di Frankfurt am Main pada tanggal 23 Juni 1881.
“Schleiden menjadi orang pertama yang merumuskan apa yang saat itu merupakan keyakinan informal sebagai prinsip biologi yang sama pentingnya dengan teori kimia atom.”
Mengapa hal ini menjadi penting saat ini? Karena setiap kali Anda melihat sehelai daun, atau sel kulit, atau setetes darah, Anda sedang melihat warisan seorang pria yang tidak mau disebutkan namanya saja. Dia ingin memahami mesinnya. Sel bukan hanya sebuah blok bangunan. Ini adalah unit kehidupan. Dan Schleiden mengajari kami cara melihatnya.





















