Penulis sejati ‘Hound Dog’ karya #Elvis Presley: Johnny Otis kehilangan royalti
Hit Elvis Presley tahun 1956 “Hound Dog” sering disebut-sebut sebagai momen saat musik rock menjadi arus utama. Namun di balik riff gitar ikonik dan penampilan King yang menggetarkan, terdapat kisah yang lebih rumit tentang kredit, uang, dan pencipta sebenarnya dari lagu tersebut. Pemimpin band, musisi dan penulis lagu Johnny Otis mengaku ikut menulis lagu tersebut bersama Jerry Leiber dan Mike Stoller. Saat rekamannya sukses besar, Otis tak sekadar berjabat tangan. Dia menggugat Elvis Presley Music, Inc., yang didirikan oleh Presley dan manajernya, Kolonel Tom Parker, atas royalti yang belum dibayar. Pengadilan tidak setuju, menolak tuntutannya, dan Otis tidak menerima kompensasi finansial atas dugaan kontribusinya.
Rekaman asli “Hound Dog” sebenarnya dirilis pada tahun 1952 dan menampilkan Big Mama Thornton. Thornton berkontribusi pada liriknya, menambahkan sentuhannya sendiri pada liriknya, yang menurutnya membuat lagu tersebut menjadi hit di tangga lagu R&B. Meskipun dia yakin dia berkontribusi dalam penulisan lirik, dia tidak mengambil tindakan hukum untuk melindungi haknya. Jadi mengapa Johnny Otis muncul di pengadilan sementara Thornton tetap diam? Jawabannya dapat ditemukan pada waktu dan sumber daya yang tersedia bagi masing-masing seniman.
Gugatan Otis menyoroti perjuangan yang sedang berlangsung untuk mendapatkan pengakuan bagi seniman kulit hitam yang karyanya sering diambil alih oleh seniman kulit putih pada tahun 1950an. Lagu ini ditulis oleh duo penulis lagu terkenal Jerry Leiber dan Mike Stoller, namun Otis berpendapat bahwa perannya lebih penting daripada sekadar penulisan bersama. Keputusan pengadilan untuk menolak tuntutannya berarti bahwa kepentingan finansial pada salah satu lagu rock paling bertahan lama kini berada di luar kendalinya.
“Hound Dog” versi Big Mama Thornton adalah membawakan lagu blues yang kuat yang menampilkan suara dan kedalaman emosinya. Ini berbeda dengan permainan Presley yang lebih halus dan berorientasi pop. Namun, versi Presley mendominasi tangga lagu dan mengamankan tempatnya dalam sejarah musik. Dengan tidak mengambil tindakan hukum, Thornton tidak mendapatkan royalti yang dapat berdampak serius pada kariernya.
Kisah “Hound Dog” menjadi pengingat akan kompleksitas hak cipta dan royalti musik di pertengahan abad ke-20. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana kredit penulisan lagu dibagikan dan siapa yang mendapat manfaat dari kesuksesan sebuah lagu. Meskipun gugatan Johnny Otis tidak berhasil, tuntutan tersebut menarik perhatian pada masalah ini dan menyoroti perlunya pengakuan dan kompensasi yang adil bagi semua kontributor lagu-lagu hit.
Saat ini, “Hound Dog” tetap menjadi lagu klasik dalam sejarah rock’n’roll, namun perdebatan terus berlanjut mengenai siapa sebenarnya yang menulis lagu tersebut dan siapa pemiliknya. Meskipun klaim Otis masih diperdebatkan, klaim tersebut menyoroti betapa pentingnya mengetahui kisah lengkap di balik musik yang kita sukai.




















