Bagaimana Jonas Brothers Mengambil Alih Budaya Pop pada tahun 2008

0
13

Mereka ada dimana-mana. Jika Anda masih remaja di tahun 2008, Anda tidak bisa lepas darinya. Jonas Brothers tidak hanya merilis album; mereka memicu mania. A Little Bit Longer tidak hanya masuk chart. Ini debut di nomor satu di Billboard 200. Ini adalah dominasi yang terasa tiba-tiba, namun tak terelakkan.

Musik adalah percikannya. Turnya adalah api. Mereka memadati arena. Pertunjukan mereka terjual habis dari pantai ke pantai. Namun ledakan sesungguhnya terjadi di layar. Boy band ini menjadi fenomena budaya pop yang besar. Mereka tidak hanya muncul di majalah. Mereka menghiasi sampul Rolling Stone. Publikasi tersebut memperhatikan perubahan dalam industri ini, dan menyadari bahwa ketiga bersaudara dari New Jersey ini mewakili sesuatu yang baru.

Lalu datanglah televisi. Pada tahun 2009, Disney Channel mengeluarkan JONAS. Itu bukan sekedar pertunjukan. Itu adalah kendaraan untuk musik dan citra mereka. Ini mengukuhkan status mereka. Anda menonton pertunjukannya. Anda mendengarkan soundtracknya. Anda berteriak di konser. Semuanya diberi makan mesin yang sama.

Mengapa itu beresonansi begitu keras? Mungkin karena itu terasa pribadi. Kakak beradik itu memainkan versi fiksi diri mereka sendiri. Lapisan meta itu mengacaukan batas antara kenyataan dan fiksi bagi para penggemarnya. Anda tidak hanya menonton cerita mereka. Anda merasa seperti Anda mengenal mereka. Itu adalah tingkat keintiman yang jarang ditawarkan oleh bintang pop tradisional.

Kombinasi album yang menduduki puncak tangga lagu dan sitkom hit menciptakan putaran umpan balik. Setiap keberhasilan mendorong keberhasilan lainnya. Tur tersebut terjual karena paparan TV. Rating TV naik karena musiknya. Itu adalah mesin yang luka rapat. Dan untuk momen yang singkat dan cerah di akhir tahun 2000an, tidak ada orang lain yang dapat menandingi energi tersebut.

Dunia menyaksikan mereka tumbuh secara real time. Itu berantakan. Suaranya keras. Tidak dapat disangkal bahwa ukurannya sangat besar. Dan ketika kredit JONAS bergulir dan bus wisata dihentikan, lanskap budaya telah berubah. Pertanyaannya bukanlah apakah hal tersebut akan tetap relevan. Itulah yang akan mereka lakukan selanjutnya. Keheningan yang terjadi kemudian lebih keras daripada teriakan yang pernah ada.