Olga Samarov: Pianis yang mengubah Carnegie Hall menjadi ruang kelas

0
5

Dia jenius, neneknya pemain biola, dan ibunya mewariskan musik seperti pusaka keluarga. Olga Hickenlooper, kemudian Olga Samaroff, lahir pada tanggal 8 Agustus 1882 di San Antonio. Pada usia 14 tahun, dia mengemasi tasnya dan berangkat ke Paris.

Awal abad ke-20 Paris adalah sebuah binatang yang berbeda. Tapi dia melakukan lebih dari sekedar menghadiri kelas. Dia memecahkan kodenya. Pada tahun 1897, ia menjadi wanita pertama yang memenangkan beasiswa ke Paris Conservatoire. Ini bukanlah catatan kaki kecil. Terdengar suara bantingan pintu.

Kemudian kehidupan mulai ikut campur.

Dari tahun 1900 hingga 1904 dia absen. dia sudah menikah Kehidupan pernikahan tidak berhasil. Dia menghilang dari sorotan, tapi tidak dari musik.

Dia kembali sebagai Olga Samarova. Perubahan nama lebih dari sekedar kosmetik. Ini adalah penemuan baru.

Pada Januari 1905, dia tampil di panggung di Carnegie Hall bersama New York Symphony Orchestra. Kritikus menulis ulasan yang bagus. Ulasan bagus berarti langsung. Banyak komitmen pribadi. Pada bulan Mei dia berada di London tampil di depan penonton yang menunggu bakatnya dan dia mendapatkannya.

Karir konsernya dimulai dengan sungguh-sungguh pada tahun 1906. Namun apinya padam. Sebaliknya, hal lain terjadi.

Dia menikah dengan Leopold Stokowski. konduktor. Itu nama besar. Pernikahan tersebut tidak bertahan lama, namun terjadi karena adanya gangguan. Pada tahun 1911, dia berhenti berakting.

Dia melakukan tur lagi selama beberapa tahun mulai tahun 1913. Namun kemudian tibalah tahun 1925.

Dia mengalami luka serius di tangannya. Tipe yang tidak bisa disembuhkan. Dia adalah tipe orang yang mengakhiri karirnya lebih awal.

Kebanyakan pianis akan pingsan. Samarov berbalik.

Dia bergabung dengan fakultas di Juilliard School of Music di New York. Dia hanya tidak mengajar. Dia sedang membentuk generasi berikutnya. Dia juga menjabat sebagai kritikus musik untuk New York Evening Post pada tahun 1926–1927. Dia mengamati lapangan dari sisi lain bangku piano.

Tapi dia tidak berhenti di situ.

Pada tahun 1928 ia mendirikan Museum Peringatan Schubert. target? Sponsori seluruh konser orkestra untuk artis muda terkemuka. Ini bukan pekerjaan amal. Ini adalah investasi. Dia percaya pada bakat.

Pada tahun 1929, dia mulai mengajar piano di Philadelphia Conservatory of Music. Pengaruhnya semakin besar. Sejak sekitar tahun 1930, tempat ini menjadi tempat pelajaran musik untuk masyarakat umum.

Siapakah orang-orang biasa ini? Orang awam yang ingin belajar musik tanpa menghabiskan waktu puluhan tahun di konservatori. Kursus ini membawa mereka ke New York City, Philadelphia dan Washington, D.C.

Ini tersedia. Itu terstruktur. Itu berhasil.

Dia menerbitkan teks tersebut sebagai lampiran pada kursus. Ceramah tersebut kemudian disiarkan di radio. Dan kemudian muncul di TV.

Otobiografinya, The Story of an American Musician, diterbitkan pada tahun 1939. Ini lebih dari sekedar memoar. Ini rencananya.

Dia meninggal di New York pada 17 Mei 1948.