Jupiter Lebih Kecil dan Lebih Datar Dari Yang Kita Perkirakan: Data Juno Baru Menulis Ulang Profil Planet Raksasa

0
17

Selama setengah abad, pemahaman kita tentang ukuran Jupiter bergantung pada data dari misi Voyager dan Pioneer. Namun berkat pesawat luar angkasa Juno milik NASA, para ilmuwan planet telah menghasilkan pengukuran paling tepat terhadap planet terbesar di Tata Surya hingga saat ini. Hasilnya? Jupiter lebih ramping dan datar dari yang diyakini sebelumnya.

Meskipun fisik planet ini belum menyusut, kemampuan kita untuk mengukurnya telah meningkat secara dramatis. Penyempurnaan ini bukan hanya soal ketepatan akademis; hal ini menyelesaikan perbedaan selama puluhan tahun dalam model interior Jupiter, sehingga memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kedalaman planet gas raksasa ini.

Mengapa Nomor Lama Mati

Hingga saat ini, angka standar dimensi Jupiter diperoleh dari enam pengukuran radio yang dilakukan hampir 50 tahun lalu oleh misi Voyager dan Pioneer. Meskipun misi-misi awal ini meletakkan dasar, data mereka terbatas.

Studi baru ini memanfaatkan 26 pengukuran presisi tinggi dari Juno, sehingga menghasilkan kumpulan data yang jauh lebih kuat.

“Kepergian Juno di belakang Jupiter memberikan peluang bagi tujuan sains baru,” kata Dr. Scott Bolton, peneliti utama Juno di Southwest Research Institute. “Ketika pesawat ruang angkasa lewat di belakang planet ini, sinyal komunikasi radionya diblokir dan dibelokkan oleh atmosfer Jupiter. Hal ini memungkinkan pengukuran ukuran Jupiter dilakukan secara akurat.”

Dengan melacak bagaimana sinyal radio ini membelok saat melintasi atmosfer Jupiter, para peneliti dapat membuat peta rinci tentang suhu dan kepadatan planet tersebut. Metode ini memungkinkan mereka menerjemahkan data atmosfer menjadi gambaran bentuk fisik Jupiter yang sangat akurat.

Pengukuran Baru

Tim tersebut, yang dipimpin oleh para peneliti di Weizmann Institute of Science, menemukan bahwa dimensi Jupiter lebih kecil dari perkiraan buku teks:

  • Radius Kutub: 66.842 km (12 km lebih kecil dari perkiraan sebelumnya)
  • Radius Khatulistiwa: 71.488 km (4 km lebih kecil dari perkiraan sebelumnya)
  • Mean Radius: 69.886 km (8 km lebih kecil dari perkiraan sebelumnya)

Profesor Yohai Kaspi dari Weizmann Institute mencatat bahwa meskipun mengetahui jarak ke Jupiter dan mengamati rotasinya memberikan gambaran umum tentang ukurannya, akurasi sebenarnya memerlukan analisis canggih terhadap gangguan atmosfer.

Memecahkan Misteri Interior Jupiter

Mengapa beberapa kilometer ini penting? Karena mereka menjembatani kesenjangan kritis dalam ilmu pengetahuan planet.

Selama bertahun-tahun, model interior Jupiter berjuang untuk menyelaraskan data gravitasi dengan pengukuran atmosfer. Perbedaan ini sering kali berasal dari perhitungan sebelumnya yang gagal memperhitungkan angin zonal yang sangat kuat dan dinamika atmosfer yang dalam di Jupiter.

“Beberapa kilometer ini penting. Dengan sedikit menggeser radius, model interior Jupiter akan lebih cocok dengan data gravitasi dan pengukuran atmosfer,” jelas Dr. Eli Galanti, peneliti di Weizmann Institute.

Dengan memasukkan dampak angin kencang di Jupiter ke dalam perhitungan mereka, para ilmuwan menyelesaikan perbedaan yang telah terjadi selama beberapa dekade. Bentuknya yang halus memungkinkan model struktur kepadatan internal Jupiter yang canggih dapat disejajarkan secara sempurna dengan data observasi.

Pemandangan Lebih Jelas di Bawah Awan

Jupiter adalah dunia dengan cuaca ekstrem, dengan angin yang dapat mencapai kecepatan supersonik dan badai yang lebih besar dari Bumi. Memahami bentuknya membantu para ilmuwan memahami kekuatan-kekuatan ini.

“Sulit untuk melihat apa yang terjadi di bawah awan Jupiter, tetapi data radio memberi kita gambaran tentang kedalaman angin zonal dan badai dahsyat di Jupiter,” kata Profesor Kaspi.

Terobosan ini tidak hanya memperbarui angka-angka di buku teks; hal ini meningkatkan pemahaman mendasar kita tentang bagaimana raksasa gas terbentuk dan berevolusi. Galanti, “Buku pelajaran perlu diperbarui. Tentu saja, ukuran Jupiter tidak berubah, tetapi cara kita mengukurnya telah berubah.”

Temuan ini, yang dipublikasikan di Nature Astronomy, menandai langkah maju yang signifikan dalam ilmu pengetahuan planet, membuktikan bahwa bahkan tetangga angkasa yang paling kita kenal pun masih menyimpan rahasia yang menunggu untuk diungkap dengan alat yang tepat.


Sumber: E. Galanti dkk. 2026. Ukuran dan bentuk Yupiter. Nat Astron 10, 493-501; doi: 10.1038/s41550-026-02777-x