Kadar Kafein Darah Mungkin Menurunkan Lemak Tubuh

0
10

Kopi Anda bukan hanya penambah suasana hati.

Ini mungkin mengubah metabolisme Anda dengan cara yang tidak Anda pikirkan saat cangkir masih panas. Sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa jumlah kafein yang sebenarnya ada dalam darah Anda dapat berdampak langsung pada jumlah lemak tubuh yang Anda bawa. Dan karena lemak tubuh penting bagi kesehatan secara keseluruhan, hal ini juga mengubah risiko diabetes tipe 2.

Genetika di Balik Buzz

Para peneliti dari Karolinska Institute, University of Bristol, dan Imperial College London tidak hanya mengamati apa yang diminum orang. Mereka melihat DNA. Secara khusus, mereka melacak penanda genetik yang menentukan seberapa cepat tubuh Anda memecah kafein.

Beberapa orang lebih lambat memetabolismenya.

Jika Anda membawa variasi gen tertentu seperti CYP1A2 atau pengaturnya AHR, kafein akan bertahan lebih lama di sistem Anda. Orang-orang ini cenderung minum lebih sedikit kafein—mungkinkah mereka lebih sensitif terhadap kafein? Tapi hasilnya sama saja. Konsentrasi obat yang lebih tinggi dalam plasma.

Konsentrasi kafein plasma yang lebih tinggi yang diprediksi secara genetik berhubungan dengan BMI yang lebih rendah dan total lemak tubuh yang lebih sedikit.

Penelitian yang dipublikasikan pada bulan Maret 2024 di BMJ Medicine (menggunakan data yang diproses pada tahun 2023), menemukan bahwa orang dengan genetika yang pembersihannya lebih lambat memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes tipe 2. Sekitar setengah dari efek perlindungan tersebut datang langsung dari penurunan berat badan. Sisanya? Bisa jadi kafein bekerja langsung pada metabolisme glukosa.

Dimana Keajaiban Berhenti

Apakah ini berarti kopi melindungi jantung Anda?

Tidak tepat. Data yang sama menunjukkan tidak ada hubungan yang jelas antara kadar kafein dalam darah dan penyakit kardiovaskular. Tidak ada penurunan risiko fibrilasi atrium. Tidak ada kemungkinan gagal jantung yang lebih rendah. Tidak ada perlindungan stroke juga. Jadi, meskipun Anda mungkin mengecilkan lingkar pinggang Anda, ticker Anda tidak mendapat izin khusus berdasarkan penelitian ini.

Ini adalah gambaran yang bernuansa.

Penelitian sebelumnya mengisyaratkan bahwa peminum kopi dalam jumlah sedang memiliki kesehatan jantung yang lebih baik. Namun pendekatan pengacakan Mendel ini—cara canggih menggunakan gen untuk meniru uji coba secara acak—menambah presisi. Hal ini menghilangkan kebisingan dari faktor gaya hidup seperti “orang yang minum kopi juga cenderung lebih berpendidikan atau lebih banyak berolahraga.” Penelitian ini mengisolasi efek kimia.

Teori Termogenik

Bagaimana cara kerjanya? Tim menduga penyebabnya adalah panas dan bahan bakar. Kafein tampaknya meningkatkan termogenesis—produksi panas tubuh—dan mendorong tubuh Anda mengoksidasi lemak. Ubah lemak menjadi energi.

Percobaan kecil dan jangka pendek telah menunjukkan kafein menurunkan berat badan. Tapi tidak ada yang tahu apakah itu akan bertahan lama. Pandangan jangka panjang masih kabur.

Apakah hal ini cukup untuk mengubah hasil kesehatan selama beberapa dekade?

Mungkin. Dengan dikonsumsinya kafein secara global, perubahan metabolisme yang kecil sekalipun akan meningkat. Para peneliti berpendapat kita harus melihat minuman berkafein bebas kalori sebagai alat yang potensial. Bukan pil ajaib, tapi tuas untuk menarik pengurangan lemak.

Jangan Abaikan Sisi Baliknya

Namun berhati-hatilah.

Kafein bukan hanya energi bebas. Ini memiliki kelemahan. Para penulis penelitian memperingatkan bahwa kita belum mengetahui gambaran keseluruhan jangka panjangnya. Meskipun manfaat metabolik terlihat menjanjikan di atas kertas, faktor-faktor lain mungkin tersembunyi di latar belakang yang tidak dapat diketahui oleh pengacakan Mendel.

Benjamin Woolf, ahli epidemiologi genetik di Bristol, menyatakan secara sederhana: kita memerlukan uji coba di dunia nyata. Yang dikontrol secara acak. Kita harus membuktikan bahwa menenggak kafein sebenarnya menurunkan risiko obesitas dan diabetes dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya pada model genetik.

Sampai saat itu tiba, minumlah kopimu. Ingatlah bahwa sebenarnya melakukan pekerjaan itu bukan sekadar kebiasaan. Itu adalah chemistry yang melekat dalam darah Anda. Dan chemistry itu rumit.