Peta kromosom raksasa Theophilus Painter mengubah cara kita menemukan gen

0
5

Theophilus Shickel Painter tidak hanya melihat sel. Dia melihat cetak biru. Lahir di Salem, Virginia, pada tahun 1889, dan meninggal di Fort Stockton, Texas, pada tahun 1969, ahli zoologi dan sitologi Amerika ini memecahkan kode yang macet. Karyanya membuktikan bahwa kromosom raksasa yang ditemukan di kelenjar ludah lalat buah dapat menunjukkan dengan tepat posisi gen individu dengan ketepatan yang belum pernah dicapai metode lain.

Sebelum Painter, mencari tahu di mana gen hidup pada kromosom adalah hal yang tidak jelas. Rasanya seperti mencoba menemukan nomor jalan tertentu di sebuah kota hanya dengan menggunakan tampilan satelit dari seluruh negara bagian. Pelukis mengubahnya.

Mengapa kromosom raksasa pada lalat buah penting

Anda mungkin bertanya-tanya mengapa kita peduli dengan bagian dalam mulut lalat. Drosophila melanogaster, lalat buah pada umumnya, memiliki kromosom di kelenjar ludahnya yang luar biasa besar. Mereka adalah kromosom politen, artinya mereka terdiri dari banyak serat DNA yang tersusun berdampingan. Hal ini membuat mereka terlihat di bawah mikroskop cahaya.

Painter menyadari sejak awal bahwa struktur ini sempurna untuk mempelajari gen. Mereka tidak menggeliat. Mereka tidak bersembunyi. Mereka tinggal di tempat cukup lama untuk dipelajari secara detail.

Pada tahun 1931, dia menerbitkan sebuah gambar. Ini menunjukkan bagian kromosom Drosophila dengan lebih dari 150 pita berbeda. Band-band ini bukanlah suara acak. Itu adalah landmark. Untuk pertama kalinya, para ilmuwan dapat menentukan lokus atau posisi fisik gen secara tepat.

“Gelombang ini untuk pertama kalinya memungkinkan penentuan lokus, atau posisi, gen secara tepat.”

Dari Yale ke Texas: Jalan menuju penemuan

Perjalanan pelukis dimulai di Universitas Yale. Ia memperoleh gelar Ph.D. pada tahun 1913 dan bergabung dengan fakultas pada tahun yang sama. Dia tinggal di sana sampai tahun 1916. Kemudian dia pindah ke Universitas Texas.

Dia menghabiskan sisa karirnya di Texas. Pada tahun 1946, ia menjadi presiden Universitas Texas. Namun kontribusi ilmiah terbesarnya terjadi di laboratorium, bukan di kantor administrasi.

Karyanya pada tahun 1931 merupakan titik balik. Dengan memetakan 150 pita tersebut, ia mengubah kromosom lalat buah menjadi sistem koordinat. Para ahli biologi kini dapat mengatakan, “Gen ini berada pada pita 45”, bukannya “Gen ini berada di tengah-tengah”.

Bagaimana hal ini mengubah genetika

Mengapa ini penting bagi Anda? Karena pemahaman di mana letak gen adalah dasar dari genetika modern. Hal ini memungkinkan peneliti untuk menghubungkan ciri-ciri tertentu dengan wilayah kromosom tertentu. Jika Anda ingin tahu kenapa lalat bermata putih, atau kenapa manusia membawa risiko genetik, Anda perlu tahu alamatnya.

Painter memberikan alamat itu.

Metodenya bukan hanya sekedar menggambar lebih baik. Itu adalah bahasa baru untuk biologi. Hal ini memungkinkan pemetaan warisan genetik yang lebih akurat. Ini membuka jalan bagi peta genetik terperinci yang kita gunakan saat ini.

Warisan peta yang presisi

Painter meninggal pada tahun 1969, namun karyanya tetap hidup di setiap buku teks genetika yang menjelaskan pemetaan kromosom. Gagasan bahwa Anda dapat memperbesar sebuah kromosom dan membaca garis-garisnya seperti penggaris adalah hasil langsung dari pengamatannya.

Dia membuktikan